Novel Laskar Pelangi Bag 10 (Bodenga)
PAGI ini Lintang terlambat masuk kelas. Kami tercengang mendengar ceritanya.“Aku tak bisa melintas. Seekor buaya sebesar pohon kelapa tak mau beranjak, menghalang di tengah jalan. Tak ada siapa-siapa yang bisa kumintai bantuan. Aku hanya berdiri mematung, berbicara dengan diriku sendiri.”Lima belas meter.“Buaya sebesar itu tak ‘kan mampu menyerangku dalam jarak ini, ia lamban, pasti kalah langkah
Label: Novel Laskar Pelangi


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda