Novel Laskar Pelangi Bagian 32 (Agnostik)
Satu titik dalam relativitas waktu: Saat inilah masa depan ituTOKO Sinar Harapan tak banyak berubah, masih amburadul seperti dulu. Ketika bus reyot yang membawaku pulang kampung melewati toko itu, di sebelahnya aku melihat toko yang bernama Sinar Perkasa. Di situ ada seorang laki-laki yang menarik perhatianku. Pria itu agaknya seorang kuli toko. Badannya tinggi besar dan rambutnya panjang sebahu
Label: Novel Laskar Pelangi


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda